Keluarga Penerima Manfaat PKH Undur Diri Massal dari di Banjar 1483

Sebanyak 1.483 Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) tergraduasi mandiri atau sejahtera secara ekonomi di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalsel. Angka graduasi mandiri ini akumulasi Januari – Juli 2019. Angka tertinggi graduasi mandiri di Kecamatan Martapura sebanyak 452 KPM PKH.

Mereka bagian dari 12.958 KPM PKH yang tersebar pada 290 desa/kelurahan se-Kabupaten Banjar mengacu data terbaru pada Agustus 2019. Ada 51 pendamping PKH yang bertugas mengentaskan kemiskinan bagi KPM PKH di Banjar.

Menurut Koordinator PKH Kabupaten Banjar, Ahmad Faisal, pendamping PKH mesti kerja keras mewujudkan graduasi mandiri bagi KPM agar sejahtera. “Selain menyalurkan bantuan, mereka (pendamping) juga memberi motivasi kepada keluarga itu agar keluar dari zona pra sejahtera,” ucap Ahmad Faisal kepada banjarhits.id — official partner kumparan.com, Jumat 9 Agustus 2019.
Ia berkata kerja pendamping PKH dinilai berhasil jika KPM bisa mengubah perilaku supaya berpikir maju.

KPM PKH graduasi merupakan peserta PKH yang sudah meningkat status ekonominya dan kesejahteraan sehingga tidak lagi mendapat bantuan PKH. Ada tiga kriteria komponen graduasi: Tidak ada komponen syarat PKH, mampu secara ekonomi, dan memiliki usaha secara mandiri.

Keluarga Penerima Manfaat PKH yang bersedia undur diri di Kabupaten Banjar, Kalsel. Foto: tim PKH Banjar

Kata Faisal, ini tahapan keempat dari hasil rekapitulasi data KPM PKH per tiga bulan dan setiap pendamping PKH memiliki rasio pendampingan 300-350 KPM. Adapun tim pendamping PKH di Kecamatan Martapura yaitu Abdul Jabbar, Rahmah Nawastari, Siti Fatimah, Erlyna Hartati dan Zakiyah.

Seorang pendamping PKH, Siti Fatimah, menyebut peserta PKH ada yang ekonominya sudah meningkat dan memiliki usaha mandiri. Pihaknya turut memotivasi saat Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) secara terus-menerus. Alhasil, kata Siti, ada KPM yang mundur atas kesadaran diri sendiri.  Ia mendampingi lima desa/kelurahan: Tanjung Rema, Bincau, Indrasari, kelurahan Jawa, dan kelurahan Tanjung Rema Darat. Ia memotivasi setiap bulan. Toh, kata Siti, ada pula beberapa KPM PKH belum meningkat ekonominya namun tetap meminta mundur karena kesadaran.

Siti bercerita KPM sangat bersyukur dibantu dalam beberapa tahun. Sebagian KPM ingin memberi kesempatan kepada warga miskin lainnya. “Padahal, mereka yang mengundurkan diri atas kesadaran itu kehidupan ekonominya belum meningkat. Kami lihat, pelataran rumahnya tampak reyot dan kumuh,” kata dia.

Di lain sisi, ada peserta PKH yang enggan melepas status KPM, padahal ekonomi keluarganya sudah meningkat. Sebagian pendamping PKH, ia mengakui tak mudah memahamkan masyarakat.

“Ada yang masih kekeh dan menjadi problem ketika dicabut program bantuannya,” kisahnya.

Pendamping PKH mampu memberi motivasi agar bekerja keras dan tidak terpaku pada bantuan untuk meningkatkan angka graduasi . Pihaknya menanamkan jiwa rasa syukur atas apa yang dimiliki dan bagaimana cara meningkatkan kehidupannya “Didorong untuk terus berdoa, bersedekah dan berbuat kebaikan maka Insya Allah kehidupan semakin meningkat dan barokah,” pungkasnya.

 

sumber https://kumparan.com/banjarhits/1-483-keluarga-undur-diri-massal-dari-pkh-di-banjar-1rdC22PLVI3

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.